• gambar
  • gambar

Selamat Datang di Website SD NEGERI 1 GUNUNG SALAK. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SD NEGERI 1 GUNUNG SALAK

NPSN : 50101385

Banjar Dinas Gunung Salak Kec.Selemadeg Timur Kab.Tabanan


info@sdn1gunungsalak.sch.id

TLP : 085857523390


          

Prestasi Siswa


Prestasi Tahun 2023 Juara Harapan I Lomba Gambar Bercerita FLS2N Tingkat Kecamatan

Juara Harapan I Lomba Gambar Bercerita FLS2N Tingkat Kecamatan di Kecamatan Selemadeg Timur



:: Selengkapnya

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 21116
Pengunjung : 3321
Hari ini : 12
Hits hari ini : 70
Member Online : 0
IP : 216.73.216.242
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

EFEKTIFITAS GOOGLE FORM SEBAGAI MEDIA EVALUASI DI MASA PANDEMI




EFEKTIFITAS GOOGLE FORM SEBAGAI MEDIA EVALUASI DI MASA PANDEMI

Oleh

I Wayan Martin Susila

Email : martinsusila29@gmail.com

SD Negeri 1 Gunung Salak

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas google form sebagai media evaluasi pendidikan Agama Hindu di tengah pandemic Covid-19. Proses evaluasi di sekolah dasar umumnya dilakukan melalui pertemuan pendidik dan peserta didik di dalam kelas maupun di areal sekolah. Namun di masa pendemi Covid-19 seperti saat ini yang mewajibkan setiap orang untuk menjaga jarak dan menghindari terjadinya kontak fisik, maka proses evaluasi yang selama ini berlangsung di sekolah pun tidak dapat terlaksana dan digantikan dengan model pembelajaran daring. Kondisi ini menjadi kendala dalam proses belajar mengajar khususnya bagi pendidik untuk mencari solusi alternative termudah agar tetap dapat melakukan evaluasi pembelajaran terhadap peserta didik. Artikel ini dibuat menggunakan metode studi kepustakaan yaitu mendeskripsikan secara terperici efektifitas penggunaan Google Form sebagai media evaluasi yang dihimpun dari artikel ilmiah, internet dan sumber-sumber lain yang relevan dengan topic yang menjadi obyek penelitian. Kriteria artikel dan berita yang dipilih adalah memuat tentang efektifitas penggunaan Google Form sebagai media evaluasi. Dari berbagai sumber yang diperoleh, selanjutnya dipilih yang paling relevan dan didapatkan 5 artikel yang menunjukan bahwa Google Form efektif digunakan sebagai media evaluasi.

 

Kata kunci : efektifitas, google form, media evaluasi

 

This study aims to determine the effectiveness of google form as a medium for evaluating Hindu religious education in the midst of the Covid-19 pandemic. The evaluation process in elementary schools is generally carried out through meetings of educators and students in the classroom and in the school area. However, during the Covid-19 epidemic like today, which requires everyone to keep their distance and avoid physical contact, the evaluation process that has been taking place at school cannot be carried out and is replaced by an online learning model. This condition becomes an obstacle in the teaching and learning process, especially for educators to find the easiest alternative solution so that they can still evaluate learning on students. This article was created using the literature study method, which describes in detail the effectiveness of using Google Form as an evaluation medium compiled from scientific articles, the internet and other sources relevant to the topic being the object of research. The criteria for the articles and news that are chosen are about the effectiveness of using Google Form as an evaluation medium. From various sources obtained, then the most relevant was selected and 5 articles were obtained which showed that Google Form was effectively used as an evaluation medium.

 

Keywords: effectiveness, google form, evaluation media

 

  1. PENDAHULUAN

       Saat ini dunia sedang diguncang oleh penyebaran virus corona. Virus ini pertama kali ditemukan di daerah Wuhan di Negara China, dan kini sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia hingga ke Indonesia. Penularannya yang tergolong cepat membuat pertambahan jumlah pasien meningkat dari hari ke hari. Virus Corona adalah virus yang menjadi penyebab penyakit flu biasa hingga penyakit yang berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-SoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) hingga dapat menyebabkan kematian. Pada 11 Februari 2020, WHO mengumumkan nama virus Corona jenis baru tersebut adalah Corona Virus Disease 2019 (disingkat menjadi COVID-19) (Jaya, 2020).

       Maraknya penyebaran virus Corona atau Covid-19 di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia, menyebabkan pemerintah mengambil tindakan dengan diberlakukannya aturan pembatasan sosial sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Diberlakukannya pembatasan sosial tersebut tentu memiliki pengaruh atau dampak terhadap berbagai bidang kehidupan masyarakat seperti bidang sosial, ekonomi, pariswisata, serta pendidikan. Dalam bidang sosial, interaksi masyarakat kini menjadi terbatas terutama aktifitas yang melibatkan banyak orang untuk menekan terjadinya kontak fisik yang mengakibatkan penularan virus. Demikian pula dengan bidang ekonomi dan pariwisata yang menjadi lesu akibat ditutupnya penerbangan dari Negara-negara wisatawan asing.

       Pada sector pendidikan, dampak dari penyebaran virus Corona adalah ditutupnya semua sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia untuk membatasi terjadinya kerumunan. Pada tanggal 24 maret 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID, dalam Surat Edaran tersebut dijelaskan bahwa proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Belajar di rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19 (Wahyu Aji, 2020).

       Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim selanjutnya juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 pada Satuan Pendidikan dan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (COVID-19) maka kegaiatan belajar dilakukan secara daring (online) dalam rangka pencegahan penyebaran coronavirus disease (COVID-19) (Menteri Pendidikan, 2020). Pembelajaran Daring dimasa pandemic menuntut pendidik untuk ekstra kreatif dalam membuat dan mengembangkan bahan ajar yang dapat menarik minat peserta didik, sehingga peserta didik tetap termotivasi untuk belajar dan tujuan penyampaian materi ajar dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu pendidik juga harus mampu memanfaatkan media teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran selama masa Pandemi. Namun pemilihan media teknologi informasi dan komunikasi juga harus disesuaikan agar tidak memberatkan peserta didik maupun orang tua peserta didik khususnya pada peserta didik tingkat sekolah dasar.

       Untuk mengukur kemajuan perkembangan siswa serta sebagai acuan dalam pengembangan dan strategi pembelajaran selanjutnya, maka diperlukan pelaksanaan evaluasi. Menurut UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 1 ayat 21 menyatakan bahwa evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan (Retnawati, 2013). Pada Kurikulum 2013, ada tiga aspek penilaian yaitu aspek sikap dan perilaku, aspek pengetahuan serta aspek keterampilan. Untuk melakukan ketiga penilaian itu khususnya pada masa pandemic seperti saat ini tentu tidak mudah sebab tidak ada interaksi secara langsung antara pendidik dengan peserta didik. Untuk menilai aspek kognitif siswa, biasanya dilakukan dengan pemberian tes kepada siswa melalui tatap muka di kelas, namun pada masa pandemic hal tersebut tentu saja tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu diperlukan pemanfaatan suatu media teknologi informasi dan komunikasi yang efektif digunakan sebagai media evaluasi untuk menilai aspek kognitif siswa.

       Salah satu media teknologi informasi dan komunikasi mudah dan murah yang saat ini banyak dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi ini adalah melalui media Google Form. Google form adalah layanan dari Google yang memungkinkan Anda untuk membuat survey, tanya jawab dengan fitur formulir online yang bisa dicustomisasi sesuai dengan kebutuhan (Eril, 2020).

Secara umum SD Negeri 1 Gunung Salak terletak di kawasan pedesaan, yang berjarak sekitar 35 KM dari pusat Kota Tabanan. Pada awal tahun pelajaran 2020/2021, Jumlah peserta didik di sekolah ini berjumlah 26 orang yang tersebar pada 6 rombel. Sedangkan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan terdiri dari 1 orang kepala sekolah, 6 orang guru kelas, 3 orang guru pendidikan Agama Hindu, 1 orang guru Penjas dan 1 orang TU. Ketersediaan sarana prasarana di SD Negeri 1 Gunung Salak digolongkan minim, seperti tidak adanya computer, tidak tersedianya akses internet, serta terbatasnya alat peraga. Selain itu kondisi bangunan juga tergolong rusak sedang hingga rusak berat.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas Google Form sebagai media evaluasi khusus untuk menilai aspek kognitif siswa, yang dikaji berdasarkan sumber-sumber pustaka, sehingga nantinya dapat di simpulkan apakah evaluasi via Google Form dapat diterapkan di SD Negeri 1 Gunung Salak untuk menilai aspek kognitif siswa selama aktifitas pembelajaran daring.

 

  1. METODE

       Artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan. Studi kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi obyek penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain. Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya (transiskom.com, 2016). Sedangkan menurut ahli penelitian kepustakaan merupakan kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan budaya, nilai dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti (Sugiyono, 2012).

       Pada artikel ini, pengumpulan data diperoleh dari berita dan artikel-artikel pada jurnal online, mengingat pembatasan kegiatan sosial yang dihimbau oleh pemerintah, serta pengisian angket oleh siswa. Peneliti melakukan penelusuran artikel di mesin pencari Google dengan menggunakan kata kunci “efektifitas penggunaan Google Form sebagai media evaluasi”. Berdasarkan hasil penelusuran dengan kata kunci tersebut peneliti memperoleh berbagai macam berita dan artikel yang dipilih yaitu adanya pembahasan tentang efektifitas penggunaan Google Form sebagai media evaluasi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, buku, makalah atau artikel, jurnal dan  berita (Arikunto, 2010). Untuk melakukan analisis data, penulis melakukan 4 tahapan yaitu 1) pengumpulan data; 2) reduksi data; 3) display data dan 4) kesimpulan.

      

III. PEMBAHASAN

3.1 Evaluasi

       Secara etimologi evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu evaluation yang diartikan suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu yang berakhir dengan mengambil suatu keputusan atau dapat dikatakan pula evaluasi terhadap data yang dikumpulkan dari hasil penilaian (assessment) (Tim Penyusun, 2019). Berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, evaluasi pembelajaran diartikan sebagai kegiatan atau proses untuk menentukan sampai sejauh mana kegiatan pembelajaran telah mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan atau dapat diartikan pula sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari hal-hal yang berkaiatan dengan kegiatan pembelajaran, dan yang berakhir dengan pengambilan keputusan (Tim Penyusun, 2019). Sedangkan evaluasi pembelajaran menurut kurikulum 2013 adalah evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan (Febryana, 2017).

       Mencermati dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa setiap kegiatan evaluasi atau penilaian adalah suatu proses yang sengaja direncanakan untuk medapatkan informasi atau data, dan dengan berdasarkan data tersebut kemudian akan di coba untuk membuat suatu keputusan. Tentunya informasi atau data yang di kumpulkan tersebut haruslah data yang sudah sesuai untuk mendukung tujuan dari evaluasi yang telah di rencanakan tersebut (Muhammad, 2015)

       Berdasarkan hal tersebut maka peranan evaluasi dalam kegiatan pembelajaran sangat penting untuk dilaksanakan. Ditengah pembelajaran daring saat ini, peneliti sebagai guru berupaya untuk dapat mencari solusi untuk melaksanakan evaluasi dengan memanfaatkan media teknologi komunikasi dan informasi. Dalam pencarian informasi dan pengkajian tersebut peneliti menemukan berbagai media yang bisa digunakan seperti Google Classroom, Google Meet, Google Form, Zoom dan lain-lain. Namun dari sekian banyak media aplikasi tersebut, tidak semua dapat dikuasai oleh peserta didik di sekolah peneliti. Sehingga peneliti mengkaji kembali media-media tersebut dari segi efektifitas, dan peneliti dapatkan bahwa penggunaan Google Form lah yang paling efektif dan efisien untuk diterapkan.

 

 

3.2 Tantangan Evaluasi Pembelajaran Daring

       Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran daring, peneliti menemukan beberapa permasalahan. Permasalahan yang pertama yaitu tidak semua peserta didik memiliki handphone sendiri dan sebagian besar masih menggunakan handphone dari orang tua mereka. Sehingga peneliti tidak bisa melaksanakan evaluasi secara bersamaan dalam satu waktu karena siswa harus menunggu orang tua mereka pulang ke rumah terlebih dahulu. Kendala yang kedua yaitu tidak semua rumah peserta didik terpasang Wi-Fi dan sebagian besar peserta didik mengalami kendala susah sinyal, sehingga mengakibatkan kesulitan dalam mengakses aplikasi yang membutuhkan kestabilan jaringan internet seperti Zoom atau Jitsi. Dan kendala yang terakhir yaitu keterbatasan kuota yang dimiliki oleh peserta didik yang mengharuskan peneliti untuk memilih metode evaluasi yang tidak menghabiskan banyak kuota.

 

3.3 Efektifitas Penggunaan Google Form

       Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah banyak menghadirkan kemudahan bagi manusia dalam hal pelayanan. Berbagai aplikasi telah diciptakan oleh developer baik yang berbayar maupun dapat diunduh dan digunakan secara gratis untuk membantu memudahkan manusia dalam mengakses berbagai informasi, manajemen, hingga mampu digunakan untuk memudahkan proses pembelajaran.

       Diantara berbagai berbagai aplikasi tersebut salah satunya adalah aplikasi Google Form. Google  Form  adalah  salah  satu  aplikasi berupa  template  formulir  atau  lembar  kerja yang   dapat   dimanfaatkan   secara   mandiri ataupun      bersama-sama      untuk      tujuan mendapatkan  informasi  pengguna.  Aplikasi ini   bekerja   di   dalam   penyimpanan   awan Google   Drive   bersama   aplikasi   lainnya seperti   Google   Sheet,   Google   Docs,   dan pengayaan lainnya.Template   Google   Form   sangat   mudah dipahami   dan    digunakan,   serta   tersedia dalam  banyak  pilihan  bahasa (Tria Mardiana, Arif Wiyat Purnanto, 2017).

       Adapun beberapa fungsi Google Form untuk dunia pendidikaan adalah sebagai berikut:

  • Memberikan tugas latihan/ ulangan online melalui laman website
  • Mengumpulkan pendapat orang lain melalui laman website
  • Mengumpulkan berbagai data siswa/ guru melalui halaman website
  • Membuat formulir pendaftaran online untuk sekolah
  • Membagikan kuesioner kepada orang-orang secara online

Adapun keunggulan dari layanan Google Form ini adalah sebagai berikut.

  • Tampilan Formnya menarik. Aplikasi ini menyediakan fasilitas kepada penggunanya untuk memasukkan dan menggunakan foto atau logonya sendiri di dalam survey tersebut. Aplikasi ini juga memiliki banyak template yang menbuat kuis dan kuesioner online tersebut semakin menarik dan hidup.
  • Memiliki berbagai jenis tes yang bebas dipilih. Aplikasi ini menyediakan fasilitas pilihan tes yang bebas digunakan sesuai dengan keperluan pengguna. Misalnya pilihan jawaban pilihan ganda, ceklis, tarik-turun, skala linier dan lain sebagainya. Anda juga dapat menambahkan gambar dan video YouTube ke dalam kuis anda.
  • Bisa digunakan pada berbagai perangkat elektronik. Aplikasi ini dapat digunakan setiap orang untuk membuat kuisioner online dan kuis online menggunakan laptop atau smartphone yang terhubung dengan internet lalu membagikan alamat link formnya kepada para responden sasaran atau menempelkannya di sebuah halaman website.
  • Dapat dikerjakan bersama orang lain. Pembuatan item pertanyaan kuisioner ataupun kuis menggunakan Google form bisa dikerjakan bersama orang lain atau siapa saja yang diinginkan oleh pengguna.
  • Kuis ataupun kuesioner bisa ditanggapi dengan cepat. Dengan aplikasi ini, para respondennya bisa memberikan tanggapannya dimanapun dan kapanpun dengan mengklik alamat web atau link yang dibagikan pembuat kuisioner tersebut menggunakan komputer atau handphone yang terhubung ke internet. Semua tanggapan dan jawaban orang lain akan secara otomatis ditampung, disusun, dianalisa dan disimpan oleh aplikasi Google Form dengan cepat dan aman.
  • Formulirnya responsive. Berbagai jenis kuis dan kuesioner dapat dibuat dengan mudah, lancar dan hasilnya tampak profesional dan indah.
  • Mendapatkan jawaban dengan cepat. Aplikasi ini berbasis website sehingga setiap orang dapat memberikan tanggapan atau jawaban terhadap kuis ataupun kuisioner secara cepat dimanapun ia berada dengan menggunakanaplikasi internet komputer/laptop ataupun Handphone. Karena itu, dengan menggunakan aplikasi ini maka seorang guru atau pegawai tidak memerlukan kertas lagi untuk mencetak kuis atau kuisionernya. Waktu yang diperlukannya juga akan semakin hemat dalam membagikan, mengumpulkan kembali dan menganalisis hasil kuis dan angketnya. Dengan demikian, aplikasi ini sangat cocok digunakan untuk mengumpulkan pendapat peserta yang berjauhan, sibuk dan sulit dikumpulkan, mengelola pendaftaran acara atau sekolah melalui halaman internet, mengumpulkan data-data,membuat kuis mendadak, dan banyak lagi.
  • Hasilnya langsung tersusun dianalisis secara otomatis. Tanggapan survei anda dikumpulkan dalam formulir dengan rapi dan secara otomatis, disertai info tanggapan waktu nyata dan grafik hasil tanggapan. Pengguna juga dapat melangkah lebih jauh bersama hasil data dengan melihat semuanya di Spreadsheet, yakni aplikasi semacam Ms. Office Excel.
  • Aplikasi ini gratis untuk semua orang. Aplikasi ini langsung digunakan dengan cukup mendaftarkan diri secara gratis pada akun Google.
  • Tidak perlu memiliki website tersendiri. Kuesioner ataupun kuis online bisa dibuat oleh semua orang dengan tanpa harus memiliki sebuah laman website ataupun blog. Aplikasi ini bisa ditampilkan pada sebuah pesan e-mail, dan pada sub domain Google ketikan alamatnya dikunjungi(Hamdan Husein Batubara, Dessy Noor Ariani, 2016)

       Sedangkan kekurangan Google Form adalah tidak bisa digunakan pada forum diskusi online dan tidak bisa menggunakan equation dengan secara langsung, dimana dari soal matematika maupun jawabannya sangat memerlukan adanya equation atau simbol matematik (Santoso, 2019).       

       Evaluasi menggunakan Google Form, dibuat berupa kuisioner. Agar dapat membuat kuisioner online menggunakan Google Form maka terlebih dahulu harus memiliki akun Google. Adapun cara masuk ke akun Google adalah dengan mengunjungi halaman http://accounts/ Google.com/sigin. Jika belum memiliki akun Google maka perlu mendaftar di halaman: https://accounts.Google.com/ signup, lalu isi formulir pendaftarannya (Batubara, 2016).

       Google sangat aktif melakukan termasuk Google pembaruan aplikasi Form. Selain membarui tampilan juga menu-menu yang ada. Terkini Google Form telah memudahkan pengguna untuk “klik dan isikan” serta “klik, pilih, dan masukan teks.

       Kuesioner yang telah dibuat, perlu direview kesesuaiannya, misalnya perihal ketentuan, materi, kalimat, penggunaan bahasa dan tanda baca, serta pengertiannya. Apabila review keseluruhan telah selesai dilakukan dan siap diedarkan, kemudian pilih menu send atau kirim. Selanjutnya, pembuat kuesioner atau disebut owner akan diberi link berupa alamat url kuesioner tersebut. Alamat url bisa dibuat panjang atau pendek sesuai kenyamanan (Tria Mardiana, Arif Wiyat Purnanto, 2017).

       Sebelum dipublish, kuesioner diujicoba terlebih dahulu. Meskipun uji coba dapat dilakukan secara mandiri, namun apabila dalam proses pembuatan kuesioner melibatkan kolaborator maka uji coba akan berjalan lebih efektif. Masingmasing kolaborator dapat saling memberi masukan bila diketahui kekurangan dan kegagalan kuesioner. Contoh kegagalan/kekurangan kuesioner misalnya: data responden kosong, pertanyaan/pernyataan materi kuesioner sulit diinterpretasi oleh responden, ataupun dapat berupa kesalahan kalimat. Edit kuesioner yang telah terpublish harus diminimalkan karena dapat menimbulkan penilaian negatif terhadap pembuat kuesioner itu sendiri, dan dimungkinkan jawaban yang sembarang. Pada tahap ini perlu diperhatikan juga mengenai dua hal berikut:

  1. Dapat tidaknya kesempatan responden memperbaiki setiap jawaban kuesioner.
  2. Link kuesioner dapat diakses oleh akun email tertentu, yaitu calon responden yang dikirimi, ataukah oleh akun email tertentu, yaitu calon responden yang dikirimi, ataukah oleh umum, artinya setiap orang yang mengetahui link kuesioner akan dapat mengaksesnya(Tria Mardiana, Arif Wiyat Purnanto, 2017).

       Adapun cara mempublikasikan kuisioner online menggunakan Google Form adalah dengan mengklik tombol “kirim”. Metode pengirimannya terdiri dari 3 macam, yaitu: 1) email, 2) membagikan link (alamat web), 3) menampilkannya pada halaman website/ blog. Adapun cara mengirimnya melalui email adalah dengan mengisi alamat email tujuan (responden), judul dan pesan email pada kolom yang tersedia. Cara membagikan link adalah dengan cara mengcopy link yang tersedia dan mempastekannya pada media-media tertentu untuk diketahui dan dikunjungi oleh responden. Selanjutnya, cara menampilkannya pada halaman website atau blog adalah dengan menentukan ukuran halaman formulirnya, lalu mengcopy teks HTML yang tersedia dan kemudian dipastekan pada postingan website/ blog dengan mode text HTML (Batubara, 2016).

       Sebelum Link dibagikan kepada siswa, terlebih dahulu siswa diberikan petunjuk penggunaan. Petunjuk penggunaan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada responden tentang cara memberikan tanggapan pada kuesioner online yang menggunakan Google Form, yaitu sebagai berikut: 1) Responden harus masuk terlebih dahulu ke akun Google (kunjungi: https://accounts.Google.com/ login) sebelum memberikan tanggapan pada kuesioner yang diamankan dengan 1 orang 1 tanggapan; 2) Kunjungi halaman kuesioner online (sesuai dengan alamat yang diberikan oleh administrator); 3) isi semua pertanyaan kuisioner online dengan objektif; dan 4) untuk mengirimkan tanggapan, klik tombol “Kirim” (Batubara, 2016).

       Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Google Form ini sangat efektif. Penelitian Rizal Fauzi dalam Batubara (2016) mengungkapkan bahwa penggunaan Google Form sebagai alat evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dimulai dari tahap perencanaan, kesiapan sarana dan prasarana, pengembangan Google Form, sampai kepada tahap implementasi penggunaan Google Form dalam kegiatan evaluasi pembelajaran memberikan dampak dan manfaat baik dari aspek efektif, efesiensi, daya tarik dan desain tampilan. Bagi guru, sangat terbantu dengan adanya Google Form baik dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Bagi siswa sendiri menjadi lebih tertarik, antusias, aktif dan tidak menjadi hal yang negatif untuk menghadapi ujian di SMP Negeri 1 Lembang.

       Batubara (2016) dalam artikelnya yang berjudul “PENGGUNAAN GOOGLE FORM SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA DOSEN DI PRODI PGMI UNISKA MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI” menyatakan bahwa Respon mahasiswa terhadap penggunaan Google Form sebagai alternative penilaian kinerja dosen pada proses pembelajaran menunjukkan respon yang baik, yaitu memberikan manfaat yang baik bagi mahasiswa dan dosen. Dengan demikian, penggunaan Google Form hendaknya dioptimalkan pada berbagai tugas pendidikan, seperti memberikan ulangan online, mengumpulkan data siswa/ guru, membuat formulir pendaftaran online untuk sekolah, membagikan kuesioner kepada orang-orang secara online dan mengumpulkan pendapat orang lain.

       Tria Mardiana dan Arif Wiyat Purnanto (2017) dalam artikelnya yang berjudul “GOOGLE FORM SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN LATIHAN SOAL EVALUASI” menyatakan hasil penelitiannya yaitu Google Form dinilai guru mampu dijadikan sebagai alternative pembuatan evaluasi. Hal ini dibuktikan dengan hasil bahwa 100% guru sebagai peserta memiliki ketertarikan untuk pembuatan evaluasi melalui Google Form. Alasan ketertarikan tersebut memiliki 4 acuan yaitu, kemudahan sebesar 33%, kecepatan 44%, kepraktisan 66%, dan keefisienan 66%.

       Pitoyo Budi Santoso (2019) dalam artikelnya yang berjudul “EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PENILAIAN GOOGLE FORM TERHADAP HASIL BELAJAR PELAJARAN TIK” menyatakan hasil penelitiannya yaitu Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa media penilaian Google Form lebih efektif daripada menggunakan media penilaian konvensional. Hasil uji hipotesis dengan Uji t adalah diperoleh nilai t hitung 2,870 dan t tabel dengan df = 62 adalah 1,66980 dengan nilai P = (0.006) < ∝ (0.05), sehingga hipotesis yang berbunyi Penggunaan media penilaian Google Form lebih efektif daripada dengan penggunaan media pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX SMP Negeri 9 Purworejo pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diterima.

       Mumu Abdurahman dkk (UIN Sunan Gunung Djati, 2020) dalam artikelnya menyatakan hasil penelitiannya bahwa 1) Proses perancangan tes daring berbasis google form untuk meningkatkan kefektifan evaluasi pembelajaran bagi guru-guru MTsN 1 Garut berjalan dengan baik melalui tiga tahapan yaitu perancangan, penerapan dan evaluasi. Guru sudah cukup terampil dalam merancang soal dan juga dapat langusng menilai pekerjaan atau jawaban siswa. Diperlukan juga koneksi internet yang stabil sehingga pekerjaan merancang soal tes tidak terganggu; 2) Hasil rancangan tes daring para guru MTsN 1 Garut cukup baik. Berbagai tipe soal pun diterapkan sesuai kebutuhan dan taget siswanya; 3)Para peserta merespon positif terhadap penggunaan Google Form untuk merancang tes daring dan mereka menganggap Google Form membantu mereka untuk melakukan evaluasi pembelajaran secara efektif dan efisien serta dapat mengembangkan kreatifitas guru dalam membuat soal yang sesuai dengan kebutuhan materi siswa.

       Teknik evaluasi online berbasis Google Form ini lebih menghemat waktu dan tenaga guru. Biasanya guru akan menghabiskan waktu lama untuk memeriksa. Melalui teknik ini, suasana proses belajar mengajat akan lebih efektif. Guru memanfaatkan teknologi secara positif dan menjadi contoh bagi siswa pengguna gadget untuk lebih dapat fokus dalam mengerjakan soal secara online. Kegiatan ini dapat mengalihkan perhatian siswa pada hal-hal negatif yang dapat terjadi ketika siswa menggunakan gadget berlebihan. Selain itu, teknologi informasi juga menciptakan suasana belajar yang berbeda bagi peserta didik. Kondisi ini menuntut mereka untuk memiliki kemampuan yang berbeda pula. Kemampuan evaluasi, penelitian, dan berpikir kritis menjadi semakin penting untuk dimiliki para peserta didik karena terdapat berbagai informasi yang harus mereka kelola (New Media Consortium, 2017).

 

  1. SIMPULAN

Berdasarkan uraian-uraian pada pembahasan maka dalam situasi pembelajaran daring seperti saat ini diperlukan suatu media evaluasi yang efektif dan efisien serta tidak membebani siswa dari segi kuota dan cara penggunaan. Salah satu solusi alternative tersebut adalah melalui pemanfaatan Google Form. Keunggulan evaluasi pembelajaran menggunakan Google Form adalah:

1) Tampilan Form yang menarik;

2) Memiliki berbagai jenis tes yang bebas dipilih;

3) Responden dapat memberikan tanggapan dengan segera di mana pun;

4) Formulirnya responsive;

5) Hasilnya langsung tersusun dianalisis secara otomatis; dan

6) Dapat dikerjakan bersama orang lain.

Hasil-hasil penelitian ilmiah dalam artikel-artikel yang telah disebutkan di dalam pembahasan juga menunjukkan hasil-hasil yang positif dengan bukti-bukti bahwa melalui penggunaan Google Form sebagai media evaluasi dapat meringankan pekerjaan dengan penggunaan yang praktis.

Berdasarkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh Google Form dan didukung oleh data-data pada penelitian artikel yang telah dilakukan oleh berbagai peneliti tersebut, para peserta didik di SD Negeri 1 Gunung Salak tidak akan terlalu mengalami kesulitan dalam menggunakan Google Form sebagai media evaluasi. Akses aplikasinya yang tidak membutuhkan banyak kuota juga akan meringankan beban orang tua peserta didik. Pengerjaan aplikasi yang mudah juga dapat membantu orang tua peserta didik untuk ikut menemani peserta didik selama proses pembelajaran dan evaluasi. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa Google form dapat digunakan sebagai alternatif evaluasi pembelajaran yang efektif dan efisien.

 

DAFTAR PUSTAKA

(2016, 03 30). Retrieved 10 10, 2020, from transiskom.com: https://www.transiskom.com/2016/03/pengertian-studi-kepustakaan.html#:~:text=Studi%20kepustakaan%20adalah%20kegiatan%20untuk,%2C%20dan%20sumber%2Dsumber%20lain.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Batubara, H. H. (2016). PENGGUNAAN GOOGLE FORM SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA DOSEN DI PRODI PGMI UNISKA MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI. AL-BIDAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar Islam.

Eril. (2020, 05 27). Retrieved 10 10, 2020, from qwords.com: https://qwords.com/blog/mengenal-google-form/

Febryana, A. (2017). Retrieved 10 10, 2020, from http://tugasanakperkuliahan.blogspot.com/: http://tugasanakperkuliahan.blogspot.com/2017/01/evaluasi-pembelajaran-kurikulum-2013.html#:~:text=Evaluasi%20pembelajaran%20menurut%20kurikulum%202013,belajar%20peserta%20didik%20secara%20berkesinambungan.&text=Dengan%20demikian%20proses%20belajar%20meng

Hamdan Husein Batubara, Dessy Noor Ariani. (2016). WORKSHOP PENGGUNAAN GOOGLE FORM SEBAGAI MEDIA EVALUASI PEMBELAJARAN PADA DOSEN-DOSEN FAKULTAS STUDI ISLAM. Al-Ikhlas.

Jaya, d. S. (2020). https://vivahealth.co.id/. Retrieved from https://vivahealth.co.id/article/detail/13439/mengenal-covid-19

Menteri Pendidikan. (2020). Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat CoronaVirus (COVID-19).

Muhammad, M. A. (2015). KONSEP DASAR EVALUASI DALAM KURIKULUM 2013.

New Media Consortium. (2017, 10 28). Retrieved 10 10, 2020, from http://www.nmc.org/: www.nmc.org/pdf/2007_Horizon_Report.pdf.

Retnawati, H. (2013). Penilaian di Sekolah Dasar Menggunakan Kurikulum 2013 .

Santoso, P. B. (2019). EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PENILAIAN GOOGLE FORM TERHADAP HASIL BELAJAR PELAJARAN TIK.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Tim Penyusun. (2019). Modul Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Tria Mardiana, Arif Wiyat Purnanto. (2017). Google Form Sebagai Alternatif Pembuatan Latihan Soal Evaluasi.

Tria Mardiana, Arif Wiyat Purnanto. (2017). Google Form Sebagai Alternatif Pembuatan Latihan Soal Evaluasi.

UIN Sunan Gunung Djati. (2020). Merancang Tes Daring Berbasis Google Form untuk Meningkatkan Kefektifan Evaluasi Pembelajaran.

Wahyu Aji, F. D. (2020). DAMPAK COVID-19 TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 2 Nomor 1, 55-61.

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas